Traveler alone : Trip To Kemaro Island (Part 1)


Baru-baru ini saya memiliki hobi jalan-jalan. Saya sudah memiliki list tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Namun hobi jalan-jalan ini masih dalam ruang lingkup sederhana. Yakni mengunjungi tempat-tempat elok, bersejarah dan menarik yang ada di Palembang.

Bukankah sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil. Untuk saat ini penjelajahan hanya dalam skala kecil dalam ruang lingkup  kota palembang.  Siapa tahu esok depan saya bisa menjelajah tempat-tempat nun jauh yang lebih Wah. Okey mari kita mulai.

Jumat saat libur karena memperingati tahun baru Imlek lalu. Saya menghabiskannya dengan mengunjungi sebuah pulau kecil di tengah-tengah sungai Musi, namanya Pulau Kemaro. Sebenarnya sudah lama keinginan untuk mengunjungi pulau kecil ini.  Disaat libur Imlek saya rasa cocok untuk datang kesana karena, Pulau Kemaro adalah sebuah daerah khusus tempat sembahnyangnya umat Budha. Eits tapi saya tak bermaksud ikut-ikutan. Niat saya hanya ingin tahu bagaimana rupa pulau kemaro itu.

Perjalanan dari rumah ke pulau Kemaro lebih Kurang 2 setangah jam. Sebab keberadaan rumah saya di luar kota Palembang.

Sesampainya di kota palembang saya. Tepatnya di Mesjid Agung. Saya berjalan kaki 10 menit ke Pasar 16 yang berhadapan dengan Mesjid. Sebuah pasar yang berdekatan dengan Jembatan Ampera dan sungai Musi. Oya Jembatan Ampera, Sungai Musi dan Pasar 16 adalah saksi sejarah bahwa zaman dulu palembang adalah  tempat transaksi besar pedagang-pedangang asing Tiong Hwoa dan Arab yang membangun perekonomiannya disini. Nanti di bab Berikutnya saya akan cerita. Nah saat saya sampai ‘pelabuhan’ kapal-kapal  kecil ini saya menyusuri  warung-warung makan yang berada di pinggiran sungai Musi. Terlihat  ‘kapten-kapten’  kapal yang sedang menunggu penumpang.  Disana sudah bersusun Rapi perahu-perahu kecil atau orang palembang menyebutnya dengan perahu ketek.

IMG_1321

Pasar 16. Dok Ayunda Dea Pratini

IMG_1239

perahu Ketek

Saya menghampiri salah seorang bapak yang sedang santai. Saya menanyakan kapal mana yang bertujuan ke Pulau Kemaro?, Berapa Ongkosnya?. Karena sepengetahuan saya bertanya dengan teman-teman. Jarang ada kapal yang sengaja bertujuan ke pulau tersebut. Kebanyakan kapal-kapal disediakan untuk sarana rekreasi di area sungai Musi saja. Sebagai alat transfortasi wisata air. Dan ternyata, sebab hari itu sedang banyak-banyaknya warga Tiong Hwoa yang akan sembahnyang ke Pulau kemaro. Maka banyak sekali Perahu Ketek yang menyediakan jasa ke sana.

Lalu kali ini tentang biaya Transfortasi. Wauhh saya sampai kelimpungan di buat si bapak kalau harga sewa per Perahu keteknya Pulang-pergi  RP 100.000. Perahu ketek akan menunggu kita saat sampai di pulau kemaro untuk mengantar kita pulang. Sebab di Pulau kemaro sangat jarang alat transfortasi. (walau bagaimana pun bagi saya itu harga itu sangat mahal).  Kita hanya dijatahi 1 jam untuk berada di sana.  Maka sekedar Info bagi-teman-teman yang ingin jalan-jalan menggunakan Perahu Ketek untuk menghemat biaya. Ada baiknya mengajak serombongan teman-teman. Jadi harga sewa bisa patungan. Atau bisa kita bayar bersama.

Karena bagi saya harga itu sangat mahal. Tawar-menawar pun kami lakukan. Akhirnya si bapak mau memberi saya sewa tumpangan dengan biasaya Rp 30.000 hihi murah ya. Tapi ternyata  saya naik perahu ketek milik temannya yang sudah disewa oleh serombangan pelancong. Ahhh tak masalah justru tambah senang lah saya sebab ada teman seperjalanan di dalam perahu.

Okeh, payo mang kito berangkat1…:)

Perjalanan dari ‘pelabuhan’ ketek Ke Pulau Kemaro memakan waktu 20 menit. Selama di perjalanan kita akan disuguhi banyaknya bertengger dan bahkan hilir mudiknya kapal-kapal besar yang mengangukut berbagai jenis barang. Mulai dari Batu bara. Pupuk (Sungai musi bersampingan dengan perusahaan Pupuk Sriwijaya), Perahu ketek yang mengangkut penumpang serta kapal-kapal nelayan. Dengan hilir mudiknya kapal dan perahu yang melintas di sungai musi. dapat digambarkan Aktivitas masyarakat Palembang tak hanya di darat namun aktivitas tersibuk juga ada di perairan Sungai musi.

IMG_1291

Kapal pengangkut batu bara
Dok Pribadi

IMG_1274

Dok Pribadi

 

 

 

 

 

IMG_1271

Dok Pribadi

 

 

 

 

 

 

IMG_1270

Dok Pribadi

IMG_1264

Salah satu Kapal PT Pusri

IMG_1259

PT Pusri tampak samping

IMG_1257

Dok Pribadi

 

IMG_1267

Dok Pribadi

 

IMG_1275

Dok Pribadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Artikel, My Diary. Tandai permalink.

2 Balasan ke Traveler alone : Trip To Kemaro Island (Part 1)

  1. Ferhat berkata:

    seruuuu..
    jd sungai musi gede skali ya..

    • deapratini berkata:

      tenang bang masih ada lanjutannya.
      Iya Bang Gede. lebarnya 1. 350 m. panjang 750 km. sangking Gedenya dulu Kapal-kapal yang lebih besar dari yang ada di foto, bisa hilir mudik dan Jembatan Ampera bisa di buka tutup. alias bagian tengah jembatan ampera bisa dinnaikkan ke atas kayak Lift gitu biar kapal besar bisa lewat. kapan-kapanlah dea mau posting lagi tentang ampera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s