Ketertarikan Siswa dan Jam ‘Kerja’ mereka


Baik saya akan menulis tentang hal-hal yang Random yang hadir dalam memori kepala saya. Tulisan ini sebenarnya sudah saya ketik sebagian dan saya hanya melanjutkan, mencoret sedikit, menambah banyak kata-kata pada pengetikannya. Tulisan ini saya ikut sertakan dalam agenda #FLP Mengguncang Ramadhan. 

Terbilang telat kalau saya posting sekarang hehehe Ramadhan sudah lama lewat dan Hari raya Qurban esok sudah tiba. tapi yo wes lah. 

Disuruh menulis dengan durasi waktu yang sudah di tetapkan adalah hal yang membutuhkan kerja keras otak yang harus di peras habis-habisan. Padahal sebenarnya kita tak perlu menulis sesuatu yang jauh-jauh sekali cukup menulis tentang apa yang ada adalam pikiran kita mengapa ikut serta menulis disini di Rumcay ini. Saya sebenarnya ingin menulis tentang tema pamit, karna pada niatnya kedatangan saya disni ingin pamitan dengan teman-teman FLP sebab saya hendak mudik kampung halaman ke palembang sana, dan tak berencana dalam waktu dekat untuk balik lagi ke Banda tercinta. Maka dalam minggu-minggu ini adalah hari-hari penuh pamit sana-sini. Dari satu keluarga-ke keluarga lain, dari satu rumah ke rumah lain (dah kalayak orang dagang baju keliling aja ni). Nah pada awalnya saya tak ingin berbicara tentang pamit-pamit segal aefeknya saya yakin dengn satu kata ;pepisahan. ini akan membuat tulisan saya jadi melow.  Dan saya tak mauuuu…”ini puasa kalau nangis batal” kata anak kecil.

Jadi baiklah saya akan menulis ini saja.

Lets share..

##

Menulis tentang hal yang tiba-tiba  saya ingat dari hasil ceriwis temen-temen guru disekolah: yang melihat ketertarikan seorang siswa pada gurunya, bukan diketahui dari lulusan Universitas apa. Jurusan apa. Status Cumlaude, Ilmunya yang buanyak.

Ketertarikan kebanyakan siswa terhadap gurunya, dilihat dari bagaimana seorang guru tersebut cakap berkomunikasi dengan muridnya. Pandai menguasai kelas dengan komunikasinya. Hebat memancing siswa untuk berperan aktif. Karena kepandaian Guru berkomunikasi dengan siswa adalah menurut saya secara dua arah memudahkan siswa untuk memahami ilmu yang akan mereka dapatkan. Kecakapan Guru menerangkan materi atau mentransferkan ilmu ke peserta didik memudahkan siswa menangkap ilmu tersebut. Dan berujung pada sang siswa menyukai pelajaran.

Itu…  *sambil tunjuk jari alah Mario Teguh

##

Jam ‘kerja’ anak-anak SD zaman sekarang melebihi jam kerja Karyawan yang nota bene 8 jam perharinya: anak-anak SD zaman sekarang bahkan memiliki jam ‘kerja’ 14 jam perhari dari bangun pagi pukul 06.00 sampe berakhir pada pukul 22.00.student

menurut yang saya ketahui rata-rata jam belajar anak SD di sekolah itu 6 jam start dari jam 08.00 dan finish jam 14.00. (bahkan salah satu SD yang beryayasan sama dengan saya mengajar dulu untuk ukuran SD belajar atau bahkan berada di sekolah sampai pukul 15.00 dengan catatan makan siang dan sholat berjama’ah disekolah). lalu anak-anak tersebut melanjutkan dengan mengikuti les ini-itu, diteruskan dengan belajar mengaji di di TPA. Pulang ke rumah setelah break mandi, makan malam dll, sambung lagi dengan les privat pelajaran.

Mungkin juga faktor orang tua yang juga Sibuk. Sehingga orang tua justru lebih memilih untuk menyibukkan anak-anak mereka dengan berbagai macam Les dan kegiatan, atau dengan pertimbangan ; “dari pada anak-anak dirumah sendiri, mending disuruh les”.  Agar mereka juga ada kegiatan. Tak dihabiskan waktu dengan menunggu orang tuanya dirumah.

Dan begitulah sunyi senyaplah rumah mereka. Semua anggota keluarga sibuk dengan agenda kegiatan masing-masing. Ayah dan Ibu sibuk kerja. Anak sibuk sekolah les itu-ini. Dan waktu kebersamaan mereka nyaris tidak ada!.

Bagaimana saya merasa sangat yakin sekali dengan kalimat ; nyaris tidak ada. Ya, karena Kesibukan para anggota keluarga tersebut. Jam 06.00 para ayah dan ibu serta anak-anak tersebut sudah ready meningalkan rumah. Berjumpa kembali saat magrib sudah menjelma. Bahkan bisa jadi sang ayah ibu tersebut pulang telat saat azan isya berkumandang. Energi-energi yang hadir di jam-jam tersebut adalah energi sisa. Energi kelelahan karena seharian beraktifitas.  Siapa yang sanggup bercengkrama berlama-lama saat malam sudah menjelma. Yang ada hanyalah kelelahan dan keletihan yang ‘semangat’ untuk mengantarkan mereka ke tempat tidur.

Pembicaraan dan obrolan panjang akan jarang sekali terjadi di keluarga yang seperti ini. Mungkin berefek pada akan timbulnya erosi perhatian terhadap satu sama lain anggota keluarga. Saya sendiri tak menginginkan hal yang demikian untuk keluarga saya kelak. EHM…(?)

 

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di FLP, Kepenulisan en Me..., My Diary, Pendidikan.. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s