Komisi Penyiaran Indonesia Daerah. Antara Sarana menjaga Kearifan Lokal dan Memberdayakan Kemampuan yang Ada


Komisi Penyiaran Indonesia Daerah. Antara Sarana menjaga Kearifan Lokal dan Memberdayakan Kemampuan yang Ada

Oleh : Dea Pratini S. Pd

(ditulis sebagai salah satu syarat menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Selatan)

Image

Tujuh tahun saya merantau dari Bumi Sriwijaya menuju Tanah Rencong bukanlah waktu yang singkat. Meski tiap Idul Fitri datang saya akan selalu menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Palembang.  Banyak hal yang kerap menjadi kerinduan saya akan sebuah budaya daerah yang terkenal dengan Jembatan Amperanya, baik itu kelakarnya Wong Palembang, Lagu-lagu melayunya dan tentu yang tak kalah sangat dirindukan adalah penganan khasnya, mulai dari empek-empek sampai model, atau mulai dari kerupuk sampai kemplang.

Ragam kebudayaan Melayu Palembang bagi saya adalah khazanah dan harta yang paling berharga untuk dihilangkan begitu saja. Ia adalah keunikan yang hanya ada di Palembang. Tak akan ada di kota-kota lain. Melihat dari jauh bagaimana kebudayaan ini tetap lestari bagi saya adalah kebanggaan tersendiri. Tiap kali menonton acara televisi swasta nasional yang menayangkan sekilas atau selintas budaya Palembang, atau hanya sekedar memperlihatkan ‘angkuh’-nya jembatan Ampera berdiri di iklan-iklan TV, tak dapat dipungkiri ada rasa sense of belonging yang muncul saat saya menyaksikannya di daerah yang berbeda yang culture yang berbeda.

Palembang sebagai kota  yang cepat berubah maju, terbukti dengan semakin menjamurnya Mall-mall besar dan hotel-hotel mewah berbintang yang kian hari kian tumbuh. Sekaligus sebagai kota metropolitan kedua terbesar di pulau sumatera menjadikan arus budaya modern cepat mewarnainya. Sayang sekali jika anak-cucu yang akan melanjutkan estafet peradaban Kota yang terkenal dengan kalimat Wong Kito Galo ini tak akrab atau bahkan tak kenal dengan Akar budayanya sendiri.

Bersyukur saya ketika pulang terakhir. Saat jiwa rindu dengan ‘Gayung bersambut’ yang merupakan acara kegemarannya saya dari kecil hingga saat ini masih ada. Dan saya amat sangat takjub saat tahu bahwa telah berdirinya beberapa stasiun televisi swasta lokal yang bermunculan. Sebut saja Sky TV,  Pal TV, sriwijaya Tv yang tak sekedar menjadi penghias/sekedar pilihan ragam channel televisi  yang ada. Namun sejujurnya bagi saya penikmat acara-acara televisi, kehadiran beberapa televisi swasta lokal ini adalah bentuk dari upaya pemerintah dan masyarakat untuk menjaga melestarikan budaya lokal. 

Dan keberhasilan munculnya stasiun Televisi lokal ini tentu bukan hanya sekedar  upaya membalikkan telapak tangan.  Ada satu badan khusus yang memiliki kewenangan penting hingga tertayangnya stasiun-stasiun televisi tersebut, dialah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), yang memiliki wewenang untuk memberikan izin sebuah stasiun televisi mengudara, atau sebuah acara televisi dapat tayang dan dinikmati oleh para masyarakat Palembang. Karena sebuah acara televisi hadir ditengah-tengah masyarakat haruslah memiliki kriteria-kriteria yang layak untuk dapat di tonton dan dinikmati masayarakat kita. Maka dari itu saya sadar betul Tanggung jawab sebagai bagian dari Tim atau anggota KPID sangatlah besar. Sebesar pengaruh media informasi yang diterima, maka Sebesar itu pula  Efek yang akan timbul di masyarakat.

Dilembaran ini saya berkesempatan untuk dapat menuturkan Visi dan Misi saya jika kelak nantinya terpilih sebagai bagian dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera selatan.

Visi saya : Menjadikan diri sebagai bagian yang solid, bermanfaat dan Pembelajar Sejati di Komisi penyiaran.

Saya memiliki Background pendidikan pada jenjang strata satu (S1), maka ketika menemukan quotes ‘Long life Education’, dan berkesempatan mengajar di sebuah sekolah Internasional milik negara Turki . Saya selalu berjanji dimana pun dan kapan pun saya berada tempat itu adalah sekolah bagi saya. Dalam kelompok mana pun kita berkecimpung adalah ‘ruang kelas’ yang menjadi wadah untuk saya memberi dan menerima ilmu. Saat berkesempatan menelusuri website KPI pusat dan mencari tahu profile anggota-anggota KPID Sumatera Selatan. Saya sadar betul bahwa orang-orang yang berkecimpung di ranah ini bukan sekedar kumpulan orang-orang  biasa yang hanya berniat mencari pekerjaan. Namun di Ranah KPID ini adalah kumpulan orang yang memiliki konsen/ keseriusan besar untuk memberdayagunakan kemampuannya dalam bidang Informasi penyiaran. Dan keseriusan besar itu tercermin dari pengalaman dan jenjang pendidikan yang tinggi.

Maka sungguh kesempatan yang tak akan saya tolak jika saya diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari anggota komisi Penyiaran ini. Karna disinilah ‘sekolah’ dan ‘kelas ‘ baru bagi saya untuk menimba ilmu baru dari ‘guru-guru’ baru yang memiliki wawasan besar dan baru.

 

 

Misi saya : Memberdayagunakan kesempatan dan kemampuan yang saya miliki demi majunya  KPID Sumatera Selatan

Konten sebuah acara yang saya ketahui tidak hanya memiliki unsur informasi, hiburan, namun juga memiliki unsur mendidik1.  Kata-kata mendidik adalah bagian dari jiwa saya yang telah ditempa ketika berstudy di universitas. Sedangkan dalam struktur KPI yang saya lihat di webite http://www.kpi.go.id pada struktur penyiaran KPI ada sebuah sub-sub yang jelas yakni Perizinan- prosedur perizinan dan Pengawasan Penyiaran2. Dalam sub Bagian Pengawasan Penyiaran konten-konten yang saya sebutkan diatas yakni informasi, hiburan dan yang paling penting unsur mendidik adalah bagian yang tak akan terpisahkan dari seorang yang mengeyam studi kependidikan dan berpengalaman di lembaga pendidkan seperti yang pernah saya alami. Dan saya merasa berkapasitas betul di bagian ini. Apalagi dalam Website KPI ada pula disebutkan bagian Zona anak, yang tentunya dalam lini pendidikan mana pun tak dapat dipisahkan antara pendidik dan seorang anak didik. 

Pengaruh siaran atau acara televisi sangat besar bagi para penikmat acara. Apalah lagi searang anak-anak yang belum, sedang mengenyam pendidikan. Jika acara-acara yang tayang di televisi adalah tayangan yang berkwalitas memiliki unsur mendidik. Maka konsumsi tayangan yang telah di nikamati oleh para generasi pendidikan tersebut akan berdampak pada berkwalitasnya generasi  Indonesia pada umumnya dan generasi Sumatera-Selatan Pada Khususnya.

Maka saya sangat merasa bahwa kemampuan yang saya miliki dari Background pendidikan yang pernah saya tempuh akan dapat berdayaguna disini, jika saya memiliki kesempatan menjadi bagian dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah nanti.

Note :

1Diambil dari buku PKn kelas XII sub pers dan media

2http://www.kpi.go.id

 

 

 

 

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s