Department


Selama mencari dan berniat ingin menlanjutkan studi keluar negeri. Saya seringkali terkendala dengan jurusan yang saya ambil. Apakah masih sesuai dengan jalur pendidikan atau kah masuk ke jurusan sosial politik (yang ini saya terstimulus dengan argumen dosen saya saat masih kuliah)

Jika ingin ideal sesuai dengan cita-cita  saya ingin bekerja di  Kedutaan besar  Indonesia untuk negara-negara Eropa. Rasanya bercengkrama dengan manusia-manusia dengan ragam budaya dunia membuat saya benar-benar tertarik. Selama mengajar anak SMU dan kami berdiskusi tentang hukum internasional atau Bab tentang kedutaan besar atau hubungan internasional saya sangat-sangat antusias. Perbedaan itu Indah Bung. Mendengar orang-orang bercakap dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa kita itu menarik. Mencicipi makanan yang tidak pernah tersentuh oleh lidah kita itu menimbulkan rasa penasaran yang sangat. Memaklumi setiap budaya dan kebiasaan yang beranekaragam. Haduh saya semakin takjub dengan kuasa Allah. Bahwa Dunia ini sangat-sangat indah (lantas bagaimana indahnya surga? Yang katanya lebih…lebih…dan lebih luar biasanya indahnya 🙂)

Tanya sana-sini. Saya tetap menjadi orang yang mudah sekali terpengaruh dengan argumen orang-orang. Ada yang bilang kalau kamu ingin menjadi dosen maka mau-tak mau kamu juga harus jalan sesuai dengan jalur yang dibuat dikti. Ini bermakna saya harus konsisten dengan jalur pendidikan.  Baca blog teman yang dulu kuliah di jurusan lendskip atau tata kota, tapi pas dia ambil S2 masuk ke jalur politik. Saya jadi bertanya, kok bisa? Kok dia mau? Kok dia berani? Diakan mau jadi dosen haduh…haduh..haduh. (saya harus tanya dengan baliau.!)

Seorang teman saya juga ada yang memberi saran tentang kegalauan saya menentukan jurusan. Masukan dia seperti ini “De Rezeki itu nggak kemana. Niat Lu mau ngelanjutin S2 itu mau jadi Dosen atau cuma pengen ngerasain enaknya sekolah di luar negeri. Kalau Lu mau Jadi Dosen. Udah, ikutin peraturan Dikti. Tapi kalau Lu mau S2 karena option lain selain jadi dosen. Udah lu bisa ambil jurusan yang lain yang Lu suka. Dan Lu bisa kerja di Kantor bukan Dosen. Intinya liat lagi niat Lu mau lanjutin sekolah itu buat apa!” masukan yang sipppp.

Saya baca lagi (kejaan saya nggak lepas dari baca-membaca)Di jejaring sosial Facebook saya ada ikutan grup Pemburu Beasiswa dalam dan luar negeri. Ada seorang teman yang ngepost pertanyaan “bisa nggak ya, dan ada nggak ya program beasiswa yang mau menerima kita mengambil jurusan yang berbeda dengan program kita sewaktu di strata 1. Saya sarjana Ekonomi namun berkeinginan untuk mengambil musik atau Art untuk S2 dan beasiswa atau kesempatan untuk melanjutkan sekolah lagi harapan sayadapat melanjutkandi luar negeri?”

Terus yang koment  gini

“bisa aja, asal kita bisa mempertanggungjawabkan jurusan S2 yang bakal kita ambil itu. Misal kita punya prestasi music, atau kita bisa mengambil resiko dengan mengeluarkan ekstra tenaga untuk mengejar ketertinggalan selama kita masih S1 dengan kata lain artinya kita harus belajar basic lagi di program S2 agar bisa menyetarakan ilmu dengan sesama mahasiswa S2. Mengingat S1 kita bukan jurusan yang linier dengan S1 kita yang lalu”

Banyak pertimbangan.

Banyak Informasi.

Banyak masukan.

Semakin membuat kegalauan.

Keraguan saya untuk memilih jurusan. Ada kekhawatiran takut tak menjadi dosen. Sedang jika haris melanjtkan lagi belajar dengan jalur yang sama saat masih di bangku kuliah. Saya sudah bosan dan enggan. Saya ingin yang baru, saya ingin yang menarik (cocok dengan pribahasa “rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri). Hubungan Internasional

Tapi dari semua masukan dan kekewatiran saya itu ada baikknya saya sholat istiqarah dulu. J Tinggg.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s