Filosofi Terima-Kasih


Kita tidak bisa hidup sendiri. Semua sudah tau itu. Seorang pedagang butuh pembeli agar daganganya laku. Lantas keuntungannya bisa dinikmati. Seorang pembeli membutuhkan barang untuk dikonsumsi. Seorang murid butuh guru. Agar ilmu yang ia pahami berjalan sesuai koridornya. Belajar sendiri mungkin bisa. Tapi melenceng dari pemahaman ilmu yang semestinya akan sangat tentu terjadi. Kita butuh bimbingan. Dan guru butuh murid, agar ilmu yang dia miliki tak sia-sia. Dan kebanyakan guru memiliki tujuannya sendiri dalam mentransfer ilmu. Selain bermanfaat. Ia ingin bahwa apa yang telah ia beri, menjadi timbangan kebaikan dimata tuhan.

 

 

Seorang penulis. Ia tak akan muncul begitu saja tanpa berawal dari membaca. Membaca apa saja. Membaca literatur-literatur yang akan menjadi referensi bagi penguatan tulisannya. Nah kata membaca konotasinya seorang pembaca sedang diberi ilmu dari sang penulis buku yang sedang ia baca. Saat dihatinya terlintas juga untuk menulis. Sebenarnya ia sedang berencana untuk memberi. Memberi ilmunya lewat tulisan yang baru dibaca. Dan itu adalah meaning filosofi Terima kasih.

 Lepas kita menerima, kita selayaknya mengasih/memberi. Itu juga bermakna bahwa apa yang kita miliki selama ini bukan mutlak milik kita. Apa-apa yang kita miliki saat ini atau apa-apa yang kita pegang saat ini ditangan kita adalah tempat singgahan barang-barang tersebut. Tak ada yang mutlak milik kita. Begitulah siklus kehidupan kita agar terus berlangsung. Karna jika kita mengklaim bahwa yang kita miliki adalah senyata-nyatanya milik kita. Maka hidup kita berhenti. Kehidupan akan berakhir.

Berterima-kasihlah. Bukan sekedar ucapan saat engkau menerima sesuatu dari seseorang. Dan membuatnya bahagia atas ucapan itu. Tapi saat lisan berucap “terima-kasih” kita sebenarnya sedang berikrar sudah menerima. Dan berjanji untuk mengasihi. Untuk berbagi kembali kepada orang lain.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Filosofi Terima-Kasih

  1. Risma berkata:

    *angguk-angguk

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s