So Tresso


Setiap kita pasti punya cara bagaimana menghilangkan ke-stress-an akibat pekerjaan. Dan terkadang saat stress itu melanda kita sulit sekali untuk berpikir logis. Bawaannya muka jadi jutek, cemberut, sulit diajak kamunikasi. Saya kerap bertubrukan dengan hal-hal yang bikin tiba-tiba jiwa saya menjadi labil, mood saya hilang, karena bagaimana tidak jika pekerjaan saya adalah berhadapan dengan manusia-manusia yang juga kerap labil (baca-remaja).

Ada beberapa hal yang lakukan jika ke-stress-an itu menerpa. Dan saya berharap para nara blog bisa mempertimbangkan untuk dipraktikkan atau tidak. Penulis tidak menanggung akibatnya hahaha…

  1.   Makan sesuatu yang kamu suka dan kamu jamin bisa ngilanginnya.

Jadi ceritannya saya pernah menghabiskan uang besaarrrr sekali  2/3 dari uang yang bergambar bapak Soekarno Hatta. hanya untuk NgeBaskin Robin yang awalnya saya tidak tahu kalau itu eskrim termahal sepanjang sejarah hidup saya beli eskrim. (biasa beli eskrim pedagang keliling yang suka ngayuh sepeda sambil bawa kentungan tung…tung..tung). Padahal kalau lagi bisa berpikir logis alias nggak stress, saya bisa beliin satu sekolahan Anak SD buat ntraktir mereka es pak Tung-tung yang harganya 2ribu perak. Atau uang itu bisa buat makan 10 harian lebih (anak kos emang terbiasa hidup hemat dan perhitungan)

Saya makan sendiri. Emang sih dalam sejarah hidup saya itu BR luar biasa yaumminya. Jadi emang begitu hidup butuh pengorbanan besar untuk menikmati sesuatu yang sangat-sangat nikmat. Hihhi Pengorbanan ngeluarin uang gede 😛

2.      Masih dengan makan

Saya akan ngebakso dengan campuran sambal yang pedesnya naudzubillah. Sampe kawan saya bilang “itu di mangkokmu kuah bakso atau racun De”.

Meski sebenarnya jalan yang saya tempuh terbilang salah untuk menghilangkan ke-stress-an itu (Taobat!).

3.      Main Game Mahjong Titans

Ini game yang paling sering saya recokin (mainin) kalau ketiban stess.

4.      Mengurung diri di kamar dengan membaca novel-novel romantis karyanya penulis favoriy saya Ifa Aviaty.

Saya udah nggak tau udah sejuta berapa kali novel-novel itu saya baca (lebay). Saya merasa, lebih tepatnya sok merasa bahwa tokoh utama wanita di setiap novel itu adalah saya (“meonggg” kucing tetangga nggak terima atas pengakuan De jure saya ini). Ya bagaimana saya tidak merasa atau lebih tepatnya ingin merasa kejatuhan cinta (“nginging..” nyamuk nyamuk pada sewot tetangga sewot menolak pengakuan De Fakto-nya terhadap saya).

5. Tapi yang paling buat saya lega-selegahnya, pas sesi curhat selama yang saya mau dan sepauas saya pengen sama Allah…:)

Terasa lebih Plong aja.

Ya beginilah cara saya, bagaimana dengan kamu????

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s