Secret Admirer


Jatuh cinta diam-diam

Apakah kau pernah jatuh cinta diam-diam?

Menyukai seseorang tanpa suara. Menatap dari kejauhan. Atau berusaha keras menyembunyikan debar agar tak terdengar?

Diam-diam. Dan parahnya, kau seperti, seolah, merasa, dia juga terlihat menyukaimu. Kau bahkan tak tahu, apakah itu nyata atau semu. Yang kau tahu, kau menyukainya.

Kau jatuh cinta sendirian.
Dan itu sudah cukup membuat harimu menjadi merah jambu. (by Windy Ariestanty)

Saat aku mem-posting ini aku tidak sedang jatuh cinta. Jujur. Aku belum mengerti dan memahami lalu merasakan jatuh cinta dengan lawan jenis. Jika dulu sempat ku posting tentang R. Hal itu lebih nyaman jika kusebut dengan kekaguman. Aku belum mampu untuk membedakan antara kagum dan jatuh cinta.

Jatuh cinta. Dari kata ‘jatuh’ saja kau sudah pasti dapat merasakan apa itu sakit. Bukankah secara nyata kata ‘jatuh’ berarti kau terluka. kau berdarah, lisanmu akan mengatakan :’aduh’. meringis. menangis karena sakit. Ya karena Jatuh.  ( Hei De apa ini?! kamu bukan ahli tata bahasa!…)

Baiklah kita kembali ke pokok pembicaraan tentang tulisan diatas. Rangkaian-rangkaian kata dari mbak Windy itu manis sekali bagiku. Maka saat menemukannya di dunia maya ini, aku langsung menyimpannya (sudah izin  belom loh De 😐 )

Ketika membaca tulisan itu, aku merasakan Dejavu (huhuhu….) serasa pernah ngalamin.  Pas make baju putih abu-abu. Ngeliat Harry Potter versi sekolahku. Dia sering duduk di taman depan kelasku. Anaknya pinter. Juara umum. Good looking. Cool (kayak kulkas ….:D). Nggak seorganisasi sih. Dulu tuh aku anaknya bapak-ibu mushola, ROHIS maksudnya. Dia anaknya kumpulan cowok-cowok pencinta alam. Aku sama dia beda kelas. Dia duduknya di kumpulan anak-anak yang otaknya cair. Aku sedang-sedang. Kami cuma sering ketemu pas hari Jum at siang. lepas Dzuhur. Anak-anak ekstrakulikuler Pecinta alam sering latihan hari itu. Kami juga buat kajiannya hari jumat.

*inget, cerita ini masa jaman doeloe ya.

Tapi kekaguman itu sesaat. Lenyap. Hilang. Tak berbekas. Saat tak pernah kulihat dia ke mushola kalau waktu dzuhur udah masuk. Dia dua-duaan di rumah sepupuku. Ngapelin sepupuku itu yang kebetulan aku juga lagi nginep disana. Jiahhh… Your kagum De is Over. 😛

Kagum Babak dua masa kuliahan

Em… siapa ya? (nginget-nginget…garuk-garuk kepala, kucek-kucek mata, toeng! Kepikiran si R.) Huaaa…forget him…forget him…forget him. Tak mau membuka ingatan tentangnya. Stop it!

 Kamar Krem 02. 52 hari ke 20 bulan February.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Artikel, My Diary. Tandai permalink.

2 Balasan ke Secret Admirer

  1. Risma berkata:

    Kyaaa, siapa itu R, kak Deaaa?
    *kedipkedipmata :p

    Hmmm, saya juga belum benar-benar memahami apa itu cinta dan kagum.
    *garukgarukkepalajuga

    Tapi saat sekolah dulu pernah kagum. Dan saya yakin itu kagum, karena sekarang memang samasekali nggak kepikiran.
    Dan dulu juga pernah ada anak laki-laki beda kelas, setiap pagi berdiri di depan kelas, senyam-senyum. Jiaaahh, saya ditungguin di depan kelasnya (kelas kami dempet), haha, kalau ingat lucu kali. Dulu kan saya masih polos-polosnya, masih lugu-lugunya, cupu secupu-cupu-nya -_-”

    Kalau di kuliahan, ada sih kagum. Karena akhlaknya 🙂
    Tapi nggak tahulah haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s