From Paper To Their Soul


Aku menulis ini tepat setelah memeriksa hasil ujian siswaku yang sungguh beragam sekali nilainya. Jarum jam sudah menunjukkan dini hari 01.16 menit. Sebenarnya ingin kulanjutkan dengan membuat Lesson Plan alias RPP. Tapi sedari tadi saat aku memeriksa hasil ujian siswiku. Pikiranku justru terkonsentrasi untuk menuliskan ini.

Kau tau? Terkadang aku merasakan hadirnya sensasi menjadi sejatinya guru itu,  ketika aku memeriksa hasil kerja siswiku. Mencoret sedikit dilembarnya, membuat kibaran bendera saat apa yang mereka jawab benar. Atau cukup dengan garis miring seperti pedang jika salah. Lalu meletakkan point nilai di pojok kiri atas lembar kerja mereka dan melingkarinya.

 Melihat nilai-nilai yang sangat memuaskan. Aku merasa berhasil mentranfer ilmu. Lalu sebaliknya saat aku menemukan sebuah hasil kerja siswi di salah satu kelas yang mayoritas sangat mengecewakan. Aku juga berfikir, salahku sepertinya membuat mereka sulit sekali memahami materi. Lalu mencari strategi bagaimana agar mereka lekas paham.

Aku percaya bahwa tak ada anak yang bodoh yang lahir di dunia ini. Semuanya lahir, hadir memiliki kelebihannya yang unik, yang beragam, dan kelebihan itu tak semua  terdapat dalam satu paket seorang siswi. Ada yang pendiam, sulit berteman namun cerdasnya subhanallah. Ada pula yang sangat biasa sekali dalam menangkap, memahami, mencernah ilmu, namun  justru tanpa hadirnya. Maka kelas akan terasa sepi sekali. Ada seorang siswi yang kurang tertarik jika diminta menulis namun cepat segera menjawab secara visual jika dilontarkan pertanyaan. Ada yang hobi ngomik, seolah acuh dengan pelajaran, membuatku kesal. Tapi saat kuminta dia menjelaskan ulang materiku. Cukup satu tarikan nafas saja dia memaparkannya dengan intonasi yang cepat namun teratur. Jelas. Komplit. Sempurna.

Sehingga  aku juga sering berfikir. Menjadi guru maka kau tanpa sadar menyelami kehidupan para siswimu yang sekali lagi subhanallah indah, berwarna. Memasuki pikiran-pikirannya yang brilliant. Menyentak hati. Menggelitik jiwamu yang menyukai kepribadian-kepribadian yang unik, yang ajaib milik mereka.

*Kamar Krem 20-02 2012

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan.. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s