Aku, Rujak, dan Toko Buku


Hari ini jumat 17 February 2012, aku tak mengajar, atau pergi ke sekolah. Anak-anak muridku sedang melangsungkan Mid Semester (Midterm).  Aku pun tak ada jadwal mengawasi ujian mereka hari ini. Maka Agendaku adalah; Pergi Ke toko buku, Rapat FLP, dan Les.

Aku sangat bersemangat mengunjungi toko buku langgananku. Pagi-pagi jam 08.00 aku sudah sampai di depan Toko. Meski sebenarnya yang kutau jarang sekali aktivitas toko apa pun di Banda Aceh memulai kegiatannya di Jam tersebut. Paling cepat itu pukul 10.00. Dan begitulah aku, jika berurusan dengan beli-beli buku, aku selalu semangat. :D.

Seperti dugaan awal, setibanya aku di depan toko itu. Pintu toko belum di buka lebar. Hanya seperempatnya saja. Maka aku memilih untuk mengunggu toko benar-benar buka dengan pergi ke sebuah warung kecil yang menjual Rujak dan aneka kue. Letaknya di samping kiri toko buku. Lalu  memesan rujak, yang disambut dengan sapaan wajah keheranan salah satu pembeli di warung itu:

“pagi-pagi makan rujak dek?”

“heheh…iya bu” aku senyum, nyengir.

Bapak si penjual rujak dengan sigap membuat menu pesananku : “yang pedesss kali ya pak, jangan di campurin mentimun!”

Sambil menunggu pesanan Rujakku tersaji. Aku menonton tv yang ada di warung itu. Chanelnya  sedang menampilkan acara musik, yang lagi nyanyi si Budi DOREMI.

Ibu yang tadi menyapaku, bertanya aku hendak kemana. Beliau kira aku akan pergi ke Kantor Badan Pendidikan Dayah (Pesantren) yang letaknya persis di depan warung ini. Ku katakan aku hendak ke toko buku itu. Sambil menunjukkan toko buku langgananku. Ibu itu mengangguk mengerti. Beliau bilang kalau toko itu buka sekitar jam 09.00. Ah, ku pikir menunggu sampai jam segitu tidaklah lama.

Ya, meski aku mengatakan kalau aku sudah langganan membeli  buku-buku di toko itu. Aku tak tau kapan jadwal toko dibuka. Aku selalu pergi membeli buku lepas aku mengajar setelah dzuhur jika hari kerja atau siang sebelum dzuhur hari sabtu dan minggu.

Bercerita sekelumit tentang toko buku langgananku. Jika aku perhatikan toko buku itu, Usianya masih terbilang muda dan tempatnya tidak begitu strategis. Dibuka tahun 2009 oleh pasangan suami istri keturunan China Makassar. bertempat bukan di pusat kota seperti toko buku kebanyakkan di Banda Aceh. Toko ini justru terletak didepan Dinas kebersihan. Jauh dari jalan utama kota. Tapi seperhatianku Justru toko inilah yang setiap hari ramai dikunjungi para pencari buku dan penikmat bacaan. Mulai dari pelajar, pegawai, guru, mahasiswa, ibu rumah tangga dan lain sebagainya.

Seperti toko buku lain yang menjual berbagai macam buku pelajaran dari tingkat SD sampai Kuliah, Ragam majalah, buku umum, fiksi, dan peralatan belajar, di toko buku ini juga tersedia. Jadi apa yang membuat toko buku ini sungguh diminati oleh setiap para pencari buku dan penikmat bacaan? Dan aku menemukan kunci rahasianya : Service. Pelayanan.

Pertama kali aku berkunjung ke sini. Aku merasa menjadi seorang tamu yang benar-benar dilayani yang seperti kata pepatah : “pembeli adalah raja”. Si pemilik toko buku, menyapaku dengan senyum terbaiknya dan sapaan teramahnya

“halo kakak, mau beli buku apa? Silakan masuk, liat-liat juga boleh :)”

Aku juga terkesima saat pemilik toko, mengajak berbicara pembeli di tokonya.

“waduh, kamu kelas berapa? Banyak sekali beli bukunya ya? Mau di sampul?… 🙂

“Mau cari novel yang judulnya apa? Pengarangnya?.. 🙂

“kalau kamu mau untuk dan lebih hemat belanja bukunya, buat kartu aja. Jadi kamu nggak perlu ngeluarin uang banyak.  anggota akan selalu dapat diskon dalam setiap pembelian buku. 🙂

“tolong buku ini disampulin ya, (penyuruh si pelayan) buat adek kita siapa namanya?” si pemilik toko berkenalan

Selalu dan selalu tersenyum. Dan setiap dia menyapa. Seolah dia sudah mengenal betul si pembeli di tokonya. Senyum terindah selalu diberikan untuk para pengunjung dan pembeli di tokonya. Hal itu yang membuat aku betah dan merasa nyaman, senang, puas setiap membeli buku disana.

Lalu aku teringat teori dari berbagai buku, seminar enterpreneur, dan diskusi kebanyakan orang. Bahwa kunci berbisnis spesifiknya berdagang selain ketekunan, keuletan, pantang menyerah, adalah juga service. Pelayanan terhadap para pembeli atau pelanggan bisnis kita. Itu yang utama.

Tak jarang aku menjadi urung membeli buku dibeberapa toko buku, akibat kejutekan pemilik atau pelayannya. Entah mungkin karena si pelayan sedang ketiban masalah jadi berefek pada mukanya yang sulit sekali senyum. Atau si pemilik toko sudah berjaya lantas sombong dengan pemikiran : ”Nggak pa-pa kamu nggak beli di toko saya, masih banyak yang berminat membeli buku kesini”.

Balik lagi ke toko Buku langgananku. Sampai sekarang meski sudah sangat dan semakin banyak saja yang datang ketoko bukunya Si pemilik tetap ramah, seyum dengan setiap pelanggan dan pengunjung di tokonya.

Hari ini aku hendak membeli 2 buah buku yang sudah aku bidik bulan lalu. “Kumpulan kisahnya para Pengajar Muda Indonesia Mengajar” dan “Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karyanya Tere Liye”. Sayangnya buku yang pertama tak kudapatkan karena kehabisan stok. Aku hanya bisa bersabar menunggu buku itu datang lagi. Kupesankan pada si Bapak China jika bukunya sudah datang, tolong segera hubungi aku. Beliau mengiyakan dengan sekali lagi jawaban keramahannya.  Aku hanya membeli buku yang kedua dengan potongan harga 10% sebagai member. Aku Senang. berucap terima kasih. Meski si pemilik toko buku  sudah duluan mengucapkan hal yang sama. Lalu pulang.

Oya. Rujak yang kupesan di warung tadi Dahsyat sekali pedasnya (sampai hidung dan mataku mengeluarkan cairan) 😀 . Mudah-mudahan aku tak sakit perut. Makan Rujak sepedas dan sepagi itu. 😀

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di My Diary. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s