Cerdas dalam bergosip: Adakah?


Kami adalah sekumpulan guru-guru muda disebuah Sekolah terkemuka di kota Banda Aceh. Usia rata-rata kami mulai dari 22 sampai 28 tahun. Jumlah kami lebih kurang 30 Orang (jumlah itu menurut perkiraan ingatanku…:D). Setengah dari para guru itu berkewarganegaraan Turki, dan sisanya Indonesia punya barang. Alias pribumi aseli.:D

Ada 2 Basecamp para guru. Adalah sebuah ruangan ukuran 7 X 5 m di salah satu gedung disekolah kami letaknya dilantai  dan lantai 2. Posisinya Di Ujung ruangan di salah satu gedung yang menghadap ke sebelah Timur. Di atas  pintu bascamp para guru itu ada papan biru ukuranya 20 X 8 cm, dan bertuliskan : TEACHER’ S ROOM. Ya itulah basecamp kami. Sebuah meja bulat panjang alias meja rapat yang menjadi tumpuan laptop para guru, dan teacher book. Lalu setiap kursi melingkari meja besar itu. 3 lemari buku yang tingginya setinggi pintu ruangan terletak di setiap sudut. Sebuah dispenser serta meja tempat meletakkan gelas-gelas, teh plus gula menempati sudut yang tersisa. Lalu satu buah printer benda yang sangat kami butuhkan berposisi di pinggir kiri ruangan.  Tidak ada hiasan apa pun di dinding basecamp kami. Selain foto sepasang dua laki-laki yang sedang menjalankan kedaulatan negeri ini :Bapak SBY dan Boediono. Dan ditengah-tengah foto kedua pasangan itu ada Jam dinding, dan terakhir whiteboard. Disudut kanan atas AC yang nonstop bekerja yang membuat kami merasa nyaman untuk bergosip :D. Ya seperti itulah gambaran tentang basecamp kami: Para guru  muda yang hobi tertawa juga bergosip. Eitsss…:P

Jangan salah kira tentang gosip yang kami riuhkan. Kami memiliki bobot gosip yang berkelas. Tidak sembarang gosip yang kami sikat sampai bersih kesat.:D.

Selain bergosip. Kami juga punya kehobian yang tak kalah seru bin aneh. Yang hampir rata-rata hobi kami itu sama: NONTON FILM. Mulai dari Film Korea, Jepang, West, India (kalau ini aku tak suka…bencayyy sangat), Turki, Taiwan, Thailand, Malaysia dannn… Produk aseli anak negeri : Indonesia Raya. Xixixi. Tentu Film-film yang kami konsumsi adalah film-film yang lulus sensor. Layak untuk dinikmat bagi seorang praktisi pendidikan yang menjujung budi pekerti luhur nan baik 🙂 (Masyaallah….).

Sehingga saat break panjang berlangsung tak jarang kami disibukkan dengan ngopi-ngopi. Bukan ngopi yang pakai gelas atawa cangkir. Tapi ngopi ala kami adalah ngopi pakai Flasdisk atawa hardisk. (Luar binasa…:P)

Baiklah saya akan mengklasifikasi jenis gosip yang kami sering ceracauin:

Gosip tentang Anak murid yang malas belajar, tukang ribut, pinter, santun, suka ngantuk, siswa muka jutek. Suka ngambekan, tulisan rapi. Yang sering telambat. Lola alias loading lama.

“eh kak, si A kok ngomong mulu ya kalau lagi belajar. Di kelas kakak gimana?”

“ah, masak sih. Dikelas Fitri nggak deh”

“oh, si A itukan? Yang pake pagar gigi. Iya Di amah suka kali ceriwis. Tapi ceriwis di kelas saya enak. Ceriwisnya itu belajar. Tanya ini itu. ya wajarlah”.

Atau

“eh Ca, mukanya siswi kita yang kelas XII tuh kok jutek kali ya kalau aku masuk di kelasnya, padahal yang lain nggak loh, Aku kan jadi tergangu ngajar kalau ngeliatin muka dia. Mana dia duduk di depan lagi, di kelas Ca gimana?” (hohoh ni ibu guru sadia banget bahasanya)

“oh, si F itukan, yang kacamanya Gede bangt (?). Di amah emang gitu. Mukanya dari sononya. Tapi dia itu rajinloh belajarnya. Homework dikerjain, serius belajar. Muda nangkep materi. Iya kan Wi? (si guru yang ngejawab nyenggol tangan Guru sebelahnya)

Atau lagi

Gerasak gerusuk seorang guru memasuki basecamp, mulutnya ceracau entah hapa-hapa.

“I so very angry with her, always sleep in my leson. Don’t understood with the topic. Lazy. #@%$#%^$^%& bla…bla…bla”

“who ya miss?

“ Z”

“ehmmm…ooo…” koor kami para guru

“ For me,  prepare 1 glass water, and bring to the class, say to them this is for who is sleep when I teaching U all. I wanna spray it to you”

“huaaa…” para guru yang lain geleng-geleng denger strategi salah satu guru.

Lebih kurang begitulah kami. Saat menemukan salah satu murid kami yang terlihat berbeda. Kami akan berbagi, bercerita tentang si A,B, C H,G,T, atau Y. Tentang siswa yang unik dan sulit sekali untuk di ingatkan akan keunikannya yang berefek negative buat teman sekelasnya. Pada akhirnya kami-kami suka bercerita tentang kekesalan kami bersama. Atau dengan sang wali kelas yang juga seruangan basecamp dengan kami itu.

 Gosip Tentang : Metode Mengajar.

“ Eh kalian sudah belum kasih permainan ini?” seorang guru sedang memotong-motong pipet menjadi potongan-potongan kecil, menggunting-gunting kertas yang sudah berisi tulisan kata-kata.

“ yang gimana-yang gimana..? dan mulailah rekan mengajar kami itu menjelaskan meode ala beliau. Sebuah permainan yang akan mengurangi kebosanan siswa.

“eh ada saran nggak  kira-kira kalau materi udah abis  tapi waktu masih ada buat apa ya? Pinta seorang guru

“oh gini aja, buat list pertanyaan, panggil nama mereka. Suruh pilih nomor berapa?@#@$#$%$%^%&^* sang rekan menjelaskan.

Atau

“eh punya lagu yang enak nggak buat didengerin di kelas?”

Kami tak pernah merasa memiliki egoisme guru yang terbaik. Kami bekerja bersama. Mencari solusi atas setiap kesulitan yang ada pada diri kami-masing-masing. Membagi sesuatu yang kami punya.

Gosip tentang : kelas yang kompak, suka maen, Serius class, Aktive class.

“De, ngerasa nggak kalau masuk kelas si XI yang ini, rada kaku banget. Ngeras gimana gitu. Tapi kalau  masuk kelas XI yang itu, weisss gue serasa hidup deh jadi guru. Anak-anaknya tuh kan pada aktif semua. Jadi terkadang 1 jam berlalu itu nggak terasa. De ngerain itu nggak ?

“iya juga sih kak, kenapa ya. Satu dua aja deh yang mau ngejawab atau nimpalin meteri kita. Yang lain tuh pada silient banget”

“ oh berarti sama dunk. Kirain pas lessonku aja anak-nak kelas XI itu pada begitu”

Atau

“eh malem nanti mau liat acara lomba nyanyi sama dance anak-anak kita nggak?”

“ih mau banget tau, daku kan nungguin tampilan kelas XII yang itu. mereka itu kompas abis, kreatif banget, Te O Pe Dah.

Dan kami memang memiliki hal yang tak bisa di pungkiri mendapati rasa kecendrungan terhadap kelas-kelas tertentu. J

Gosip Heboh yang dikorelasiin dengan pendidikan

Masih inget dengan dengan kejadian Xenia Maut?. Ya hari itu kami membahas tentang kasus heboh terkait. Buka Youtobe bareng via laptop masing-masing, lalu keluarlah ceracaun dari kami. Mengomentari kejadian yang membuat saya shock. 9 orang tergelentak. Berpencar. Ditambah kabarnya bahwa sang pelaku mengendarai mobil lepas pesta narkoba. Dengan statementnya yang sangat tidak Sopan sekali. Ckckck.

“ya Allah. Kemana tempurung pikirannya si AS itu ya…”

“Tuh nggak inget usia apa”

“Coba mobilnya yang di pake si AS tuh, gunain alat pendeteksi kadar Alkohol di sebuah kendaraan yang dibuat sama anak-anak kita ya, nggak bakal kejadian. Mobilnya kan nggak bakal jalan”

“Oh iya ya, penelitian si fulankan, yang penelitiannya menang di luar negeri itu”

“iya, saying ya coba penelitian anak-anak kayak gitu tuh di terapkan di mobil-mobil negara kita”

“emhhh kalau di LN kan udah pake yang begituan, jadi mobil yang pengemudinya abis mabok, atau ngisap pesta narkoba sabu-sabu,nggak mau dijalanin, alias ngambek”

“itulah ya pendidikan kita ini. Penemuan-penemuan anak-anak negeri Cuma hasil karya yang jarang direalisasi. Jarang ada apresiasi. Coba deh bangga juga kita kalau itu di terapkan”.

Dan begitulah kami guru-guru muda, yang menurut saya memiliki bobot dan cara bergosip yang berbeda dari para penggosip kebanyakan.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di My Diary, Pendidikan.. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s