Peka


Di kedalaman rasa-rasa manusia yang menaruh cinta pada kita, seringkali tak terbaca. Hanya karena lisannya keluh untuk mengungkapkan.

Dan seringkali pula mata hati kita baru merasa, bahwa kita dicintai. Ketika rasa-rasa manusia itu tak lagi menyapanya. Menjauh. Pergi.

Sampai akhirnya kita hanya berteman dengan memori. 

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s