Nomination For Our Hero: Ibu Dapur, CS, Security and Staff


“Apresiasi itu perlu. Agar mereka merasa bahwa keberadaan mereka ada. Dibutuhkan. Agar mereka merasa dihargai. bukankah kita membutuhkan itu. Ya penghargaan. Jika tak mampu lewat kumpulan materi, Cukup saja dengan lontaran Terima kasih atau senyum tulus dari hati”

Siang itu Kamis 19 Januari 2012, saya dikabarkan oleh Pembina OSIS di sekolah untuk berhadir dalam acara yang diadakan anak-anak didik yang jadwalnya itu akan berlangsung nanti malam. Hal yang biasa sering kali terjadi disekolah dalam hal pemberian informasi: Selalu telat dikabarkan, selalu mendadak. Sering kali demi anak-anak punya acara saya harus menggeser agenda yang sudah saya list malam hari  untuk di lakukan pada esok harinya (Cieeee….ibu guru sungguh baik yah :D…* DUGKKK…gejedot pintu). Kamis siang itu saya menjadi ragu untuk datang dalam acara tersebut. Karena saya harus mem-prepare everything untuk Inaugurasi keluarga baru FLP. Saya belum menyetrika pakaian, barang-barang perlengkapan mandi, baju yang akan dipakai, handuk, alat alat make up (?….xixixi) maksud saya sejenis bedak, minyak kayu putih, sisir, alas bedak, cream malam yang biasa saya gunakan, celak (perawatan kulit wajah dan penampilan itu perlu. Menjaga. Sebagai bentuk mensyukuri nikmat Tuhan, Remember buku ‘Keakhawatan’ 2?…:))

Terlihat sedikit sederhana, tak begitu repot, apalagi kalau dibilang menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan benda-benda itu.  Tentu TIDAK. Namun mudah ditebak jika tak dilakukan dari awal-awal sering kali banyak barang yang justru sangat diperlukan malah tak dibawa.

Tapi demi My beloved and lovely student. ..wacauwww…:D. Saya mengenyampingkan pikiran-pikiran tentang persiapan barang barang itu. Meski demikian tetap saja hati tak bisa berpaling. Weisss… Otak masih bergaung-gaung mikirin persiapan. Mengapa saya sebegitunya? Baik dan saya akan mengutarakan sebab musibab

Acara anak murid saya diadakan mulai jam 20.00 dan akan berlangsung sekitaran 2 setengah jam itu berarti saya akan balik jam 22.30. HAAA…Malam. Beranikah saya pulang semalam itu sendirian naik sepeda? ABSOLUTLY (masak…???). Cuma kan nggak enakan dengan tetangga.

Lagian di tempat tinggal saya punya peraturan :KAGAK boleh keluar atau pulang malem. Paling telat nyampe rumah itu jam 08.00. Kagak ada toleransi. WEWWW. Jadi terkadang solusinya kita-kita yang punya acara di luar dan terkadang sampe malem. Kudu hunting ‘Penginapan’ alias kos-kos kawan yang bisa ditumpangi. Dan itulah yang saya lakukan. Dengan tetap berharap bahwa lepas subuh esok saya mampu mempersiapakan semuanya.

Back to the topic

Dan malam itu saya datang ke acara NOMINATION FOR OUR HERO’. Anak-anak membuat acara penghargaan untuk pekerja, staf dan Adm di sekolah. Mulai dari penghargaan untuk Ibu-ibu dapur (sekolah tempat saya mengajar Bilingual Boarding School), kakak dan para ibu CS costumer service, para Security, dan Staff Adm di sekolah.

Saya datang lebih awal, ngobrol dengan beberapa siswi, ada Vivi yang lucu, Cut Dela yang gaya ketawanya bikin saya ngakak, Risti yang mahir ngegambar dan kaligrafi (si doi mau masuk arsitektur di Turki), dan yang lain-lain.

Tak berapa lama para peserta nominasi hadir, Ibu-ibu dan kakak-kakak itu terlihat berbeda. Saat hari-hari kerja dimana kami sering bertemu mereka yang dengan menggunakan baju kerja, dengan muka sendu, lelah, letih. Ya karena sepanjang hari memasak ragam makanan sehari 3 kali. Membersihkan kaca, mengepel, menyapu yang bahkan dalam sehari bisa berulang-ulang kali, mereka lakukan untuk semua gedung yang bertingkat di sekolah kami. Lalu setiap hari jika setiap lepas belajar lantai-lantai kelas terlihat kotor. Meja-kursi yang selalu acak adut setelah proses belajar mengajar. Lalu mereka para hero itu dengan cekatan dan telaten membuat kelas menjadi nyaman kembali untuk digunakan. Mencuci gelas-gelas. Membuka dan menutup Gerbang sekolah. Melayani fotokopian atau print-an siswa yang sebanyak meja rapat. Maka wajarlah jika sesekali raut muka mereka nampak sangat tak good looking sekali.

Tapi malam itu penampilan mereka sangat jauh berbeda. Semuanya berubah bak ratu-ratu kecantikan yang siap tampil di khalayak ramai untuk berpidato di podium sambil mengucapkan terima kasih pada sederetan mana-nama yang berjasa (hahaha..:D). Mereka bermake-up. Berbusana yang cindo nian, beralas kaki yang nampaknya dipakai saat lebaran kemarin (hihihi… J). Maka mata-mata kami, saya dan para siswi menatap penuh senyum pada mereka.

Acara dimulai dengan Host yang dibawakan oleh duo MC Nabila Rahma yang jago membacakan syair (Si pemenang baca syair juara 3 Se-Pasiad Indonesia) featuring  Misra Hanum (Siswi saya yang kalau nulis rapiii…. banget, sampe saya si gurunya betah banget baca buku-buku catatan atau latihannya si gadis manis ini). Dibuka dengan pembacaan surat Alfatihah, lalu sambutan singkat dari ketua OSIS  Nabila Mariska. DANNN…Lets began…:).

Yeahhh and the Nomination start from the OUR CeeeeEssss….plok…plok…plok. Yah slide para wajah-wajah yang tiap harinya yang berkutat dengan sapu dan pengepel lantai ini, ternyata semua pandai bergaya. Ada 8 wajah yang muncul di layar dengan ragam gaya yang wokey, senyum di pinggir pagar, di tangga sekolah, taman depan kelas, atau teras asrama, dan sepertinya diambil saat mereka semua sedang melangsungkan pekerjaan mereka. Saat slide-slide itu di perlihatkan saya melihat langsung ke wajah mereka tertawa lepas, malu-malu, saling dorong temannya disamping…hihihi lucu. Untuk nominasi para CS ini terbagi menjadi 3 CS TERSABAR, TERAMAH dan THE BEST CS. Saat nama-nama CS yang mendapatkan nominasi itu diumumkan. Saya merasakan anak-anak memang tak salah pilih. Mereka memang pantas mendapatkannya. Bu Ida memang terlihat yang paling tua tapi ramahnya, senyumnya, sapaannya bikin saya nggak pernah nggak senyum saat berpapasan dengan beliau ini. Ada kak Intan yang dari mukanya emang sabar banget, tempaan hidupnya yang bikin beliau punya stok sabar yang luar biasa meski tak jarang saya denger beliau kena ‘cipratan’ omelan dari penanggung jawab asrama. Beliau tetap totalitas bekerja. Saya pernah nangis pas kak Intan cerita tentang rumah tangganya di samping kantor saya disebuah siang. Dan The best CS memang CUCOK sekali jatuh pada Kak Moli. CS yang periang, cekatan dalam bekerja, sigap, gesit, hasil kerjaannnya oke, sambil nyapu kadang nyanyi-nyanyi, sambil ngepel nggak pernah nggak senyum. Lalu yang paling buat saya sangat bangga and salut dengan Kak Moli adalah dia mau belajar bahasa, kalau mau ngomong dengan bule Turki itu, Beliau sering mampir dulu buat tanya “ miss bahasa Inggrisnya sendok apa? Atau kalau payung? Air miss, kopi, the, panas, dingin, bersih, sampah” dan  kosa kata lainnya. Karena kak Moli selalu berusaha praktek ngomong bahasa Inggirs dengan si para bule-bule itu. Tak jarang pula Kak Moli ngintipin kelas saya, saat saya sedang mengajar anak-anak dan memutar materi lewat slide-slide dari laptop yang dipantulkan proyektor ke whiteboard. Membaca isi materi yang saya paparkan.

Lepas acara nominasi untuk para CS dibacakan dan hadiah-hadiah diberikan. Kakak dan ibu CS-CS itu diminta untuk memperagakan gaya peragawati di depan. Saling dorong terjadi, malu-malu menghampiri wajah-wajah mereka. Tapi keberanian muncul di diri para pahlawan kebersihan sekolah itu. Yeahhhh gaya-gaya yang membuat saya ketawa. PEDENYA mereka lenggok kiri dan kanan. Dengan tangan kanan yang melambai-lambai bak Putri Indonesia…(haduh…haduh…haduh ibu-ibu perut saya rasanya dikocok-kocok geli ketawa)

Lalu Nominasi Ke dua jatuh pada bagian ENG…ING…ENGGG….Security: Sama seperti nominasi CS. Wajah ke 6 para satpamwati itu di nampakan dengan gaya-gaya sangar tapi menggelikan. Dengan baju keamanan yang lengkap mereka bergaya. Ada yang nggak senyum. Senyum terlalu manis, berkacak pinggang dan  di post-post satpamlah background dan faces mereka di jepret. Xixixi. Gaya mereka yang sok cool itu bikin saya nggak kuku, padahal saban saya datang atau pulang mengajar  mereka itu ramah binti penuh senyum nan ikhlas membukakan saya pintu pagar.

Nominasi untuk para Security hanya ada 2 SECURITY YANG PALING SIAGA DAN THE BEST SECURTY.

Selanjutnya hiburan. MC miminta perwakilan dari ibu dapur untuk menyanyikan lagu. Ibu Tuti diminta kepiawaiannya berdendang di depan para siswi. Suit…suit…suit Ibu Tuti yang super duper PEDE maju kedepan. Logat bataknya kental kali pas sebelum mau nyanyi beliau bilang “ terima kasih atas kesempatannya. Hei, kalian mau nyanyi apa? Anak-anak ibu mau request lagu apa?” Saya piker kumpulan lagu Ibu Tuti yang sudah berumur sungguh sulit menemukan korelasi dengan favorit music anak-anak yang punya idola  seperti Justin Beiber atau Shinee K-POP. Lalu dengan aklamasi Bu Tuti menyanyikan lagu “JATUH BANGUN” Alm Megi Z.

“Ikutin ya reffnya” ajak Bu Tuti

Jatuh bangun aku mengejarmu
Namun dirimu tak mau mengerti
Kubawakan segelas anggur namun kau meminta lautan
Tak sanggup diriku sungguh tak sanggup.

Dan anak-anak saya ternyata juga hafal seisi ruangan aula mengikuti bu Tuti nyanyi. Tepuk tangan gemuruh setelah lirik terakhir dinyanyikan bersama-sama. Lepas lagu Jatuh bangun saya pikir beliau bakal duduk ke tempat semula. Tapi…

“baiklah untuk lagu yang kedua” (GUBRAAAKKK…) kita tambah satu lagi ya?, Ibu akan membawakan sebuah lagu yang biasa ibu nyanyiin untuk anak ibu ketika mau berangkat kerja”

Jangan pergi-pergi lagi
Aku tak mau sendiri
Temani aku, tuk sekejap saja
Agar aku tak kesepian

Saya menebak-nebak, lagu siapakah ini, anak-anak hafal penuh semangat pula nyanyin lagu ini featuring bu Tuti. Begitu pun bu Tuti, lampu dimatikan, tangan bu Tuti melambai-lambai. Anak-anak pun demikian, penuh penghayatan. Si Wia murid saya kelas 8 yang duduk disamping saya pun nanyi dengan suaranya yang serak-serak becek..:D. Saya senggol tangan Wia.

“Wia, ini lagu siapa? Kayaknya miss pernah denger”

“Viera miss” jawab Wia sambil kedua tanggannya nurutin bu Tuti.

Olaaah bu Tuti gaul juga ya…:D. Backsound lagu Viera mengantar bu Tuti menghayati lagu itu. Sampai isak tangis Bu tuti terdengar

“Ibu terimakasih sangat untuk anak-anak ibu yang ibu cintai. Dari awal ibu kerja disini. Ibu sangat menyayangi kalian semua. Terima kasih untuk kalian semua. I LOPE U anak-anak ibu”

Saya tetep pengen ketawa…(Dasar si Dea ini…) tapi juga terharu.

Nominasi selanjutnya bergilir pada IBU-IBU DAPUR. Hanya ada Satu nominasi “ THE BEST CHEEF”. Foto para personil pembunuh ayam dan ikan itu terpampang penuh kelucuan.  Celemek baju dapur beserta pisau dan sayur-mayur menjadi bahan tambahan mereka bergaya….:D dengan pose-pose yang sok Imut membuat saya geli nggak ketulungan. Anak-anak punya ibu dapur favoritnya sendiri. Sorak sorai, jejeritan panggil memanggil nama-nama personil dapur yang berenam itu meramaikan aula.

“MAK NA…”

“BU TUTI…”

“KAK  RINI…”

“MPOK LEHAAA…”

“IBU EDAAA…”

“BU SOMIII…”

Namun nominasi THE BEST CHEEF jatuh pada ibu Eda. Si Ibu pemilik lembut tutur kata dan senyum indah…:) (Selamat ya bu…). Hadiah-hadian untuk OUR HERO yang dengan sepenuh tenaga memasak berkilo-kilo ayam goreng, berdandang-dandang sayuran dan kuah. Mengangkat galon-galon aqua keatas dispenser, mencuci berlusi-lusin sendok dan garpu bertumpuk-tumpuk piring dan gelas. Maka Bentuk kado terbesar diberikan kepada personil ini.

Terakhir Nominasi untuk para staff adm atau administrasi, yang kegiatannya mengangkat panggilan telpon, menerima tamu, melayani pembayaran SPP, mengkopi dan mengeprint kertas-kertas kerja siswi yang terkadang banyaknya setengah  ruangan yang ukurannya 3 X 4 meter. Seperti nominasi sebelumnya di dalam pemberian penghargaan bagi para staf adm punya hanya ada THE BEST STAFF atau ADM. Yang jatuh ke Kak Dila sang sekretaris.

Pemberian penghargaan bagi ke semua HERO sudah dilaksanakan, selanjutnya hiburan-hiburan, mulai dari pembacaan puisi yangmembuat saya dan para sisiwi tepuk riuh, bersorak WAWWW…. Lalu nanyi-nyanyi bersama. Ditemani  segelas Teh dan potongan-potongan bolu gulung yang sungguh OISHI yang dibagikan oleh panitia acara.

Sebelum penutupan. Pembinan OSIS miss Rahmataini memberikan pesan-pesannya. Bahwa acara ini adalah bentuk apresiasi kami sekolah dan para siswi kepada para ibu dan kakak yang dengan sabar melayani anak-anak kami, anak-anak kita semua yang bisa dibilang terkadang tidak sopan, menjengkelkan, menyebalkan…:D. Acara ini juga ajang mendekatkan tali keakraban antar sesama. Agenda saling mengenal para orang-orang yang berjasa bagi para siswi kita, yang mungkin selama bersekolah disini yang dengan gaya sok nggak pedulinya, mungkin ada yang tidak tahu dengan nama-nama para staff, CS, security, atau bahkan Ibu dapur (keterlaluan ya ckckck…) Serta acara ini juga bentuk untuk sama-sama saling menyemangati dalam bekerja. Dalam memberikan yang terbaik bagi sekolah kita. Selamat kepada semuanya….:)

Terakhir kami saling salam salaman seluruh para peserta nominasi berjejer di depan dan kami para guru serta siswi menyalami, memberi selamat kepada mereka, serta BERTERIMA KASIH UNTUK OUR HERO.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di My Diary, Pendidikan.. Tandai permalink.

2 Balasan ke Nomination For Our Hero: Ibu Dapur, CS, Security and Staff

  1. riza rahmi berkata:

    ya ampuuun, De… baca ini kok aku jadi pengeeeeeeeeeeeeeeeen bikin acara ginian di FLP 😀

  2. deapratini berkata:

    hayukkk atuh bos, kita buat…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s