still don’t know, how to give the title for this


Sedang belajar tentang:

Bagaimana meminta  pada-Nya kembali  dengan bahasan yang takut dan harap.

Bagaimana menangisi setiap kesalahan yang telah terjadi.

Bagaimana merasakan nikmatnya hanya berdua saja, dan bercakap dengan-Nya lewat bahasa hati

Bagaimana indahnya kesendirian.

Bagaimana berterima kasih atas segala hal yang dititipkan, yang diberi dan yang masih disimpan rapi

Bagaimana bersabar menjalani langkah demi langkah sebuah cita dan cinta

Bagaimana berbaik sangka dengan segala rahasia rahman milik-Nya

Bagaimana lebih dekat dan lebih rapat dengan  manusia-manusia ‘unik’ dan ‘menarik’ yang tanpa disadari menginspirasi.

Bagaimana menjalani setiap ketelatan meraih sesuatu, lalu bergegas menyibak hikmah yang tersembunyi disetiap episode kehidupan ini.

Bagaimana mengasah kepekaan berpikir, bertindak, yang membutuhkan kejernihan hati agar tak salah pilih strategi dan posisi.

Ya, belajar menata sebuah ruang bernama keimanan di lorong sunyinya malam.

Karena kesibukan dunia yang menawarkan keindahan membuatnya terbentur dengan kelenaan.

karena virus lupa akan hakikat tujuan mula, kerap menjadi kabur akibat kabut-kabut kecintaan yang entah dirasa sepertinya indah.

Karena kelalaian seringkali menghampiri seorang hamba yang dhoif ini.

* 02.30 dalam masa-masa belajar kembali mendekati-Nya

13 desember 2011, saat begitu sulitnya untuk menangis, Ah hatinya sudah begitu legamkah?

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s