Ice cream


Sabtu siang, panas terik di depan salah satu SMA favorit di Kota Banda Aceh. Seorang guru muda, dengan tas ransel dan gayanya yang sok kemahasiswaan.  Cuek menghampiri penjual Ice Cream.

Ice creamnya satu bang? satu berapa?” request si guru muda

“ada yang 3 ribu, ada juga yang 5 ribu, kakak mau yang mana?” tanya si abang penjual

“yang 3 ribu aja bang, yang pake rasa jagung ya”

****

“Aku ingin menjadi setitik awan kecil di langit
Bersama mentari
Walaupun ku sendiri tapi aku masih ada
Masih ada cinta di hati

Sang guru muda duduk sendiri di bawah pohon pinggir jalan, di dekat gerobak cantik Ice cream milik si penjual. “Masih Ada-nya” Elo juga mengalun dari gerobak si abang.  Menambah kekondusifan suasana Sang guru muda menikamati Ice creamnya Ya panas terik di siang hari, serasa pas sekali bagi sang guru muda menyantap Ice Cream ini. Baru hendak menyuap sesendok Ice miliknya. Sang guru muda merasa di perhatikan oleh sepasang mata. Ia melihat ke seberang jalan, lelaki dengan ‘senjata’ gerobak sampah dan sapu lidi plus rompi orange yang lusuh bertuliskan “pembersih kota” memperhatikan dirinya, sekejap saja. Karena ketika sepasang mata sang guru muda beradu pandang dengan lelaki tua berompi orange lusuh itu, Sang lelaki tua beralih pandang, menengadah langit. Dengan topi bulat miliknya sang lelaki tua mengipas-ngipas leher dan dahinya yang bercucuran peluh.

Serasa tak enak diperhatikan. Sang guru muda urung menyantap Ice Cream yang ada di tangannya. Ia mencari ke dalam Tas. Dompet garis garis merah putih. mengeluarkan selembar 5 ribuan dan mendekati penjual ice Cream.

“emm…abang bisa bantu saya?” pinta sang guru muda

“eh? bantu apa kakak?”

“ni tolong buatin Ice Cream paling enak, terus kasih ke bapak di seberang itu ya”

“ehhh?” raut muka si abang penjual sedikit aneh. mungkin dia terkejut, bingung. namun tak urung ia meracik Ice Cream permintaan sang guru muda.

“kakak, Icenya yang besar atau yang kecil?” tanya sang abang penjual

“yang besar abang” pinta si guru muda

cukup 3 menit saja Ice cream spesial untuk lelaki tua berbaju Orange siap diberikan. Abang penjual Ice Cream pergi menghampiri lelaki tua berbaju orange. Menyerahkannya. Senyum simpul dari kejauhan milik guru muda tercipta siang itu. di hatinya bertutur.

“bapak, terima kasih sudah menyapu kota kita hari ini”

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di My Diary. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s