Dia Sang Adam milik Tuhan


Pandanganku berkesimpulan: Laki-laki ini biasa saja.
Tak ada yang menarik. hingga membuatku mencari tahu siapakah sosoknya.
Ia laki-laki biasa, hadir dengan kesederhanaan diri, menyapa dengan sahaja. bercerita tentang hal-hal biasa dan ringan-ringan saja.

Laki-laki sederhana.
namun kerap menggugah. (dengan apa???)
:kata

“maaf De sudah waktu sholat, waslm”

Ia pernah ada, pernah melintas. sekejap saja.
Namun kini
Lelaki sederhana.
sudah lama tak singgah.
sudah jutaan detik tak menyapa.
dia mungkin sudah lupa dan melupakan bahwa pernah menyapa, hingga menggugah meski dengan kata-kata sederhana.

: “Maaf De, tak baik bagi wanita masih berselancar di dunia maya jam segini, apa kata orang nanti”

Lalu kini kemana laki-laki sederhana?

entahlah….

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s