My CS My Hero (Bagian 1)


My CS My Hero.

Di sebuah tangga  di salah satu gedung tempatku mengajar. Lepas makan siang itu aku tak sengaja memergoki Kak Maryam, Salah satu CS (Cleaning Service) kami disekolah yang wajahnya terlihat muram dan susah. Tangannya kanannya sibuk memencet Hp jaman yang sudah dikeretin agar casing hapenya tak lepas. Sedang tangan kirinya masing memegang sapu. Kuperhatikan ini hari ketiga ia berada dengan raut wajah yang terlihat sama: Sedih. Aku mencoba menyapanya.

Aku                        : “Udah makan kak?”

Kak Maryam       :” Udah dek J.”

Aku                        :”keluarga sehat kak?”

Kak Maryam       :”Sehat dek”

Aku                        :”capek kali ya kak nampaknya”

Kak Maryam       :”gitulah dek, namanya kerja, nggak ada yang nggak capek”

Aku                        :” hehehe…okey juga kakak ni”

Kak Maryam       :”tapi sebenernya kakak bukan capek tenaga, lebih ke capek hati…L”

Aku                        :” loh ada apa kak?”

 Dan Kak Maryam mulai bercerita tentang sekelumit kehidupan rumah tangganya. Ia Menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki pekerjaan sebagai sopir mobil L 300. Sebuah pekerjaan yang kebanyakan orang bilang rentan sekali dengan perselingkuhan. Ah, Sejauh ini aku belum memahami betul mengapa kebanyakan sopir mobil tega melakukan demikian. Kak Maryam bercerita tentang Suaminya yang nyaris hampir sepuluh tahun ini tak ada kabar. Padahal kata beliau Hapenya aktif.  Padahal kata beliau, teman-teman suaminya tau bagaimana kehidupan suaminya. Suaminya itu masih hidup.

Sudah ratusan kali beliau mengontak nomor sang belahan jiwanya itu. Tapi tak kunjung dijawab. Kalaupun ada, hanya suara seorang perempuan yang mengangkat, dan biasanya langsung dimatikan oleh si penerima diseberang sana. Ah laki-laki itu Tega nian pikirku. Sepengetahuan ilmuku yang masih dangkal ini.  Talak dalam kehidupan rumah tangga yang demikian sudah bisa dikatakan jatuh. Lah bagaimana bisa seorang kepala rumah tangga yang seharusnya bertanggung jawab baik hak batin istri dan materi bagi keluarganya rela melepaskan begitu saja.  Kejam.

Kak Maryam  kuperhatikan begitu gigih sekali bekerja. “ demi anak-anak dek” katanya begitu padaku. Ia merasa begitu bernilai sekali hasil jerih payahnya saat anak-anaknya berprestasi disekolah. Si sulung kata beliau yang masih duduk di bangku kelas 6  juara  dari kelas  2 dulu. Lalu yang tengah jga semangat belajar, dan sikecil jarang sekali rewel. Karena sepertinya mengerti kalau kakak harus bergiat banting tulang untuk mereka. “Alhamdulillah kalau kakak berangkat kerja jam 06.00 mereka sudah mandiri dek, nggak banyak nuntut mau beli ini itu, kakak meresa bersyukur seolah mereka mengeri kehidupan kami” suara kak maryam bergetar. Siang itu aku kembali menjadi pendengar asam garam kehidupan rumah tangga seorang kakak.  Kak Maryam yang dalam selipan ceritanya, ia mengakui begitu sulit mencari lahan perkerjaan bagi seorang tamatan SMP (Sekolah Menengah Pertama) serupa beliau.  Maka kerap kuperhatikan Kak maryam begitu semangat dan gigih bekerja. Sekali lagi “demi anak-anak kakak” ujar beliau.

Hatiku terenyuh. Apa yang bisa kubantu. Lalu…

Kepada anak-anak muridku, yang sering kali semena-mena membuang sampah lepas mereka jajan. Meski Box-Box sampah sudah tersedia di kelas masing-masing di kantin, di taman-taman.  Namun para CS serupa kak Maryam tak jarang menemui banyak sekali ragam plastic bekas makanan di laci-laci meja mereka. Aku kerap mengingati mereka untuk setidaknya bisa bekerjasama meringankan beban ‘pahlawan-pahlawan’ sekolah ini. Meski membersihkan setiap sudut sekolah adalah tugas para CS tersebut. Tapi kupikir banyak cara membantu para Kakak CS seperti Kak Maryam itu. Ya Setidaknya dengan meringankan pekerjaan mereka.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan.. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s