Dalam Episode Undangan Walimatul Ursy (bagian 1)


Dalam Minggu ini 3 undangan walimahan menghampiri Hape saya. Pertama dari Mantan Ibu Kos Saya. Dulu Saya dan temen-temen kos  memanggil beliau Mami. Mami akan menikahkan anak pertamanya: Kak Lia. Undangan Yang kedua datang dari teman di DPMU, Nurul S. dan yang ketiga teman saya semasa SD dulu Dwi Astuti.

Kak Lia menikah kemarin di Mesjid Oman lamprit. Ada sekelumit cerita malu-maluin saya terkait nikahannya kak Lia. Mami sudah mewanti-wanti saya untuk datang sebelum hari H (Jum’at 10 November 2011). Tapi berhubung jadwal mengajar saya padat (ceileee). Saya sudah bilang ke Mami belum sempat bantu-bantu. Ketika pagi hari H, saya cek ulang Alarm pengingat agenda di Hape. Oya Acara akad nikahnya jam 9. Saya nyempetin Nyuci baju dulu, sarapan, maen-maen dengan faruq (batita 2 tahun anak tetangga saya). Eh nggak terasa sudah jam 8 lewat 15, kapalooo. Gegas   saya bersiap-siap berangkat ke tempat undangan. Bareng dengan Jalipah, kami berjalan. Lumayan jauh sih jarak dari rumah ke depan Lorong (20 menitanlah). Saya mampir ke ATM dulu, sedang Jalipah pergi ke Perpustakaan Wilayah (eh he rajin banget ni anak).

Lalu saya naik angkot ke Mesjid Oman tempat acara Ijab Qabul dilaksankan.  Saya percepat langkah, sedikit berlari-lari kecil (Sa’i kali) Sampai di tempat akad Udah jam 09.40. Saya liat para tamu yang menyaksikan akad pernikahan udah pada antrian buat salam-salaman dengan pengantin. Yeee, Telat banget nih. Saya sedih dan kecewa tak bisa melihat prosesi ijab qobul kak lia. Tapi yah sudahlah. Saya tetap menampilkan wajah semangat (?). Dengan napas yang masih ngos-ngosan saya menyelinap di antrian undangan. Tapi Tunggu dulu, tidak ada satu pun wajah tamu yang saya kenal. Nggak ada muka-muka anak kos dulu yang terlihat. Where are them?. Antrian saya hampir mendekati dengan sosok pengantin wanitanya. Tiba-tiba benak saya tak enak rasanya.

Saya bertanya dengan salah satu tamu di barisan depan saya.

Saya :” ibu permisi. Pengantin perempuan, namanya Dahlia kan?”

si Ibu :” ohhh, bukan nak, yang ini namanya Herlina.

Saya :” haaa”

Si Ibu :” Mungkin akad nikah yang pertama kali ya, ini pasangan pengantin yang nikah nomor dua”.

Saya malu. tapi ya sudahlah,  antrian saya sudah mendekati sang pengantin wanita. Tak ada salahnya mendoakan pasangan yang sedang berbahagia ini.

Lepas bubar dari antrian. Saya masih melihat kiri kanan para tetamu undangan. Eh ada ni satu wajah yang saya kenal, Kak Esi (teman sesama mentor di Iqra Club Cabang Banda Aceh dulu). Si kakak juga mau hadir di Undangannya Kak Lia dan ternyata berkisah nyaris serupa dengan saya. Kak Lia ternyata di jadwalkan bakal melangsungkan Akad nikah Jam 10. Pasangan ini mendapat kloter ke 3, dari 4 pasangan pengantin yang akan melangsukan Ijab Qabul pada hari Jumat di Mesjid Oman Lamprit ini.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di My Diary. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s