Belajar Merunut


Awal bulan ini saya sudah membeli 7 buah buku. Baik, akan saya sebutkan satu persatu: 1) Dari Jendela Hauzah (Otong Sulaeman, 2) Satu Jam Lebih Dekat Dengan 11 Tokoh Paling Inspiratif Indonesia, 3) Ketika Mas Gagah Pergi…dan Kembali (HTR), 4) Finding Rumi sebuah catatan petualangan Perempuan Indonesia di Turki (Najmar), 5) Dan Bloon The lost Syambel (Arul Khan), 6) New Catatan Hati seorang istri (Asam Nadia), and the last is 7) Jodoh Dari Negeri Seberang catatan cinta pernikahan beda Bangsa.

Dan semua sudah saya baca dalam waktu 5 hari. heee, dan untuk kalimat yang sengaja saya hitamin itu punya meaning yang berbeda. Memang semua sudah saya baca, tapi belumlah tamat. Kalaupun ada yang telah saya baca hingga sampai pada kata terakhir di lembar terakhir ( biodata penulis 😀 . Itu karena saya sering sekali membaca buku dengan meloncat-loncat.  Sesuka hati saya membaca pada bagian mana menjadi halaman awal bacaan saya.  Lalu sesuka hati saya pula menjadikan pertengahan cerita atau pertengahan bab menjadi ending dari keinginan saya untuk membaca. Parah. Kacau. Aneh. Tapi memang begitulah saya membaca. Hingga tak jarang jika menemukan lembaran tulisan atau kisah yang dirasa menarik. Saya harus membalik ulang ceritanya dari depan kembali. Untuk mengetahui penyebab  potongan tulisan itu menajdi menarik bagi saya. Hufff, pekerjaan yang membuang energi. Tapi meski demikian saya tak merasa merugi. karena saya suka membaca.:)

(eh…sebentar, saya harus membuka pintu rumah, Bos saya pada jam Segini 21; 13 datang dan membawakan saya sekotak makanan….alhamdulillah rezeki…:)

Maka pada saat saya mengetik ini, saya belum bisa total berbagi ilmu yang saya dapat dari buku-buku itu. ia masih berbentuk potongan potongan pikiran yang masih bersimedi dalam otak saya. Saat saya membaca buku Catatan Hati seorang Istri (CHSI) misalnya. Hal yang saya tangkap begitu besarnya diperlukan kekuatan untuk mempertahankan sebuah cinta dalam rumah tangga. Begitu tak mudahnya memupuk sebuah rasa kepercayaan dalam rumah tangga. Dan begitu mudahnya anak manusia melabuhkan hatinya pada yang lain, meski sebenarnya hatinya sudah punya dermaga untuk bersandar. Sungguh kehidupan Cinta anak manusia dalam bingkai rumah tangga penuh sekali dengan ragam macam misteri. Dan saya menangkap itu dari beberapa kisah yang di ceritakan oleh Asma Nadia dalam kumpulan tulisannya di CHSI. Tapi itu semua belum menjadi conclution yang patut di pegang karena saya belum menangkap semua kisahnya di buku tersebut.

Buku selanjutnya The Lost Syambel tulisannya Dan Bloon alias bang Arul Khan adalah buku yang super duper konyol, penuh komedi. Penuh Tawa. Itu jika anda sudah pernah membaca buku versi seriusnya yakni The Lost Syimbol karyanya Dan Brown. Saat saya membaca buku The lost Syambel saya selalu membayangkan bukunya Dan Brown sayang setiap lembarannya medebarkan, menegangkan. Hal yang juga selalu membuat saya terbius dengan tulisan Dan Brown adalah ending cerita dan tokoh dibalik kejadian besarnya sulit sekali di tebak. Ditambah Ramuan kepiawaian Dan Brown mendeskripsikan tempat kejadian (yang memang benar adanya) secara begitu detail, rinci. Dan saya suka. Nah ketika Saya membaca The Lost Syambel yang kocak abis, entah mengapa stimulus ketegangan itu jaga hadir dalam tiap lembaran tulisan bang Arul Khan, meski dibumbuhi kekocakan.

Buku-buku yang lain juga masih berbentuk potongan-potongan bacaan yang saya baru konsumsi. Entah sampai kapan saya bisa membaca dengan merunut lembaran-lembaran buku dari awal hingga akhir. Atau merunut buku-buku yang sudah saya beli untuk dengan sabar membaca 1 buah buku dulu hingga habis dan barulah berpindah ke buku-buku yang lain.

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di FLP, Kepenulisan en Me..., Resensi Buku dan Film. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s