Dalam Proses Menggapai Cita # Part 2


Selasa Kemarin, saya pergi ke kantor Gubernur, memenuhi panggilan terkait Scholarship yang pernah saya apply beberapa waktu lalu. Disana di lantai 3, Gedung sayap kanan kantor gubernur saya bertemu dangan Kak Ita. Beliau yang melayani saya sebelum akhirnya menempuh babak wawancara. Saya mengisi absent peserta. Sambil menulis nama, kak Ita mengabarkan bahwa wawancara ini bukan saja untuk beasiswa ke Taiwan. Tapi Amerika, Australia dan Jerman juga dibuka kesempatannya bagi bakal calon penerima beasiswa. Saya jadi teringat dengan informasi beasiswa yang saya baca di Koran Serambi beberapa bulan lalu. Bahwa pemerintah Aceh membuka penerimaan beasiswa untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi keluar negeri. Ada beberapa negara asing yang disiapkan bagi penerima beasiswa dan diantara negara tersebut 3 negara yang saya sebutkan diatas termasuk kedalamnya. Seketika saya tanya dengan kak Ita

Saya                  : ”kak bukannya 3 negera itu yang membuka beasiswa kemarin, emang sekarang di buka lagi kak? Setau dea itu kan  beasiswa reguler Pemda (Pemerintah Daerah) ya?”

Kak Ita            : ”iya de, jadi ternyata kuota beasiswa yang di buka beberapa bulan lalu nggak terpenuhi, contohnya yang di Amerika. Kuota yang diminta 20 tapi yang lolos seleksi Cuma 15. Jadi kebijakan ketua pengurus besiswa kita, membuka lagi beasiswa itu”

Saya                :” tapi bukanya mereka yang sudah lolos seleksi kemarin , sudah pergi ke Jakarta untuk pemantapan bahasa ya kan kak?” (dea sok ngotot plus sok tau)

Kak Ita             :” iya, kalau pun nanti tahap ini mengasilkan penerima beasiswa yang layak kualifikasi. Itu semua bisa diatur, semoga dea termasuk De dalam satu diantara penerima beasiswa itu”

Saya                :”amin..:)”

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Dalam Proses Menggapai Cita # part 2.

Selasa Kemarin, saya pergi ke kantor Gubernur, memenuhi panggilan terkait Scholarship yang pernah saya apply beberapa waktu lalu. Disana di lantai 3, Gedung sayap kanan kantor gubernur saya bertemu dangan Kak Ita. Beliau yang melayani saya sebelum akhirnya menempuh babak wawancara. Saya mengisi absent peserta. Sambil menulis nama, kak Ita mengabarkan bahwa wawancara ini bukan saja untuk beasiswa ke Taiwan. Tapi Amerika, Australia dan Jerman juga dibuka kesempatannya bagi bakal calon penerima beasiswa. Saya jadi teringat dengan informasi beasiswa yang saya baca di Koran Serambi beberapa bulan lalu. Bahwa pemerintah Aceh membuka penerimaan beasiswa untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi keluar negeri. Ada beberapa negara asing yang disiapkan bagi penerima beasiswa dan diantara negara tersebut 3 negara yang saya sebutkan diatas termasuk kedalamnya. Seketika saya tanya dengan kak Ita

Saya                  : ”kak bukannya 3 negera itu yang membuka beasiswa kemarin, emang sekarang di buka lagi kak? Setau dea itu kan  beasiswa reguler Pemda (Pemerintah Daerah) ya?”

Kak Ita            : ”iya de, jadi ternyata kuota beasiswa yang di buka beberapa bulan lalu nggak terpenuhi, contohnya yang di Amerika. Kuota yang diminta 20 tapi yang lolos seleksi Cuma 15. Jadi kebijakan ketua pengurus besiswa kita, membuka lagi beasiswa itu”

Saya                :” tapi bukanya mereka yang sudah lolos seleksi kemarin , sudah pergi ke Jakarta untuk pemantapan bahasa ya kan kak?” (dea sok ngotot plus sok tau)

Kak Ita             :” iya, kalau pun nanti tahap ini mengasilkan penerima beasiswa yang layak kualifikasi. Itu semua bisa diatur, semoga dea termasuk De dalam satu diantara penerima beasiswa itu”

Saya                :”amin..:)”

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan.. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s