I


I*

Aku,
mawar yang keruntuhan mahkotanya,
atau burung yang mengepakkan sayap lalu patah…

Tapi TIDAK…
Bukankah duri masih bisa mengahasilkan sekuntum, 2, 3, bahkan seribu kuntum mawar lagi,
dan paling tidak burung masih bisa bernyanyi…

Aku,
kupu2 yang gagal bermetamorfosis,

tapi TIDAK…
Bukankah masih ada kesempatan…
selama matahari masih menyinari…
selama darah masih mengalir dalam nadi dan kiranya bintang-bintang jatuh dan langit runtuh.
Aku, akan tetap berharap dan berjuang.

*diriku

Iklan

Tentang deapratini

......
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s